Skip to main content

INSTRUMEN MAKRO EKONOMI MENURUT KONSEP ISLAM


oleh :
Roisatul Khoeriyah


Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
Purwokerto
2011
 

Pendahuluan
             Ilmu makro ekonomi adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari ilmu ekonomi secara keseluruhan meliputi pendapatan domestik bruto, tenaga kerja dan pengangguran, produktivitas, pertumbuhan ekonomi, anggaran pendapatan dan pengeluaran pemerintah, tingkat harga, inflasi, kebijakan fiskal dan moneter, neraca pembayaran dari nilai tukar, perdagangan internasional dan aliran modal, dll.
            Makro ekonomi merupakan salah satu persoalan utama setiap masyarakat. Jika keseimbangan yang tepat tidak ditegakan masyarakat yang bersangkutan akan menghadapi berbagai bentuk persoalan. Sehingga harus dibutuhkan instrumen  makro ekonomi yang dapat direalisasikan oleh pemerintah.
            Untuk lebih jelasnya, penulis akan mengulas sedikit tentang instrumen yang ada dalam makro ekonomi.


 Dalam Ilmu makro ekonomi terdapat beberapa problem dalam makro ekonomi diantaranya adalah :
1. Inflasi
Inflasi adalah gejala kenaikan harga barang – barang yang bersifat umum dan terus menerus. sebab – sebab inflasi
  1. Meningkatnya permintaan Agregat
  2. Pengaruh kebijakan moneter
  3. pengaruh kebijakan fiskal
  4. Meningkatnya Biaya Produksi
  5. Inflasi karena faktor Impor
2. Tingkat Pengangguran
      Macam –macam pengangguran berdasarkan tingkat pengangguran tersebut. Ada 3, antara lain :
a. Pengangguran terbuka
pengangguran ini adalah pengangguran yang sudah jelas tampak disekitar kita. Yaitu para pencari kerja yang bersusah payah mencari tetapi tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Pengangguran terbuka biasanya adalah mereka yang baru tamat mengenyam pendidikan namun belum juga mendapatkan pekerjaan.
b. pengangguran terselubung
pengangguran ini maksudnya adalah dimana dalam suatu instansi atau kantor memiliki banyak karyawan yang dimana sebenarnya pekerjaan itu bisa diselesaikan oleh beberapa karyawan saja, akan tetapi karena lebihnya karyawan swhingga banyak karyawan yang hanya bersantai –santai saja.
c. pengangguran setengah menganggur
pengangguran di sini maksudnya dalah pengangguran bagi orang –orang yang bekerja dengan waktu yang sedikit, sehingga waktunya lebih banyak untuk menganggur. Contohnya adalah orang yang masa kontrak kerjanya sudah habis dan sedang menunggu kontrak kerja yang lainnya lagi.
 
3. Pendapatan Domestik Bruto
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
4. Kebijakan Fiskal dan Moneter
a) Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih mekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
b) Pengertian Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah kebijakan pemerintah untuk memperbaiki keadaan perekonomian melalui pengaturan jumlah uang  beredar. Untuk mengatasi krisis ekonomi yang hingga kini masih terus berlangsung, disamping harus menata sektor riil, yang tidak kalah penting  adalah meluruskan kembali sejumlah kekeliruan pandangan di seputar masalah uang. Bila dicermati, krisis ekonomi yang melanda Indonesia, juga belahan dunia lain, sesungguhnya dipicu oleh dua sebab utama, yang semuanya terkait dengan masalah uang.
5. Anggaran Pendapatan dan Pengeluaran Pemerintah

6.  Tingkat Produktivitas
produktivitas (productivity) berasal dari kata produce yang berarti menghasilkan. Jadi produktivitas adalah kemampuan untuk menghasilkan, atau tingkat hasil yang diperoleh seseorang. Orang yang produktivitasnya tinggi adalah orang yang mencapai banyak hasil dalam hidupnya. Semakin tinggi tingkat produktivitasnya berarti semakin banyak hasil yang ia capai. produktivitas dapat digambarkan dalam dua pengertian yaitu secara teknis danfinansial.
Pengertian produktivitas secara teknis adalah pengefesiensian produksi terutamadalam pemakaian ilmu dan teknologi. Sedangkan pengertian produktivitas secara finansial adalah pengukuran produktivitas atas output dan input yang telah dikuantifikasi. Suatu perusahaan industri merupakan unit proses yang mengolah sumber daya (input) menjadioutput dengan suatu transformasi tertentu. Dalam proses inilah terjadi penambahan nilailebih jika dibandingkan sebelum proses.
 
Penutup
        Dalam ilmu ekonomi terdapat cabang – cabang ilmu ekonomi, salah satunya adalah ilmu makro ekonomi, dimana dalam ilmu makro ekonomi terdapat instrumen – instrumen yang dapat dikembangkan dan dapat ditelaah lebih dalam, sehingga dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat dikembangkan secara konsisten dan berlanjut.
            Dengan penciptaan suatu alokasi dan distribusi sumber –sumber daya langka yang konsisten dengan tujuan makro ekonomi merupakan salah satu persoalan utama masyarakat. Dibutuhkan keseimbangan yang tepat pula agar sebagian basar sumber –sumber daya alokasi konsumsi, tabungan dan investasi seimbang dan cukup untuk merealisasikan target kesmpatan kerja penuh dan mewujudkan laju pertumbuhan ekonomi yang optimal.

Comments

Popular posts from this blog