Skip to main content

Posts

Pendekar NU Banyumas, Bersatulah !

Dunia persilatan di bumi Banyumas sebenarnya pernah semarak. Hal ini ditandai dengan masih 'tersisa'nya sejumlah padepokan-padepokan pencak silat tradisional di daerah ini. Sebut saja Perguruan Asma', berpusat di Kauman Purwokerto, yang didirikan oleh Abah Arief atau Ayaeh , Perguruan Insan Aji yang dipandegani oleh Kyai Sisno Tambak Sogra, Perguruan Kha Mim Shood , Perguruan Belalang Timur, Perguruan Kijang Sakti dan masih banyak lagi. Kini, beberapa aktivitas perguruan yang berideologi Ahlussunnah wal Jama'ah 'alan Nadliyyah itu nyaris tak terdengar lagi gaungnya. Setidaknya di beberapa pelataran atau kalangan latihan mereka terlihat lengang, beberapa diantaranya bergeser dari gerakan pencak silat berubah menjadi gerakan spiritual dalam bentuk jama'ah-jama'ah pengajian dalam skala kecil. Rindu Silat Tradisional Banyumasan Kesunyian derap suara hentakan kaki dan tangan serta liukan egos tangkisan sangat menyiksa diriku. Meski tidak mumpuni, mungkin l

Mengawal Revolusi dari Bumi Banyumas

Revolusi adalah perubahan yang drastis, fundamental dan frontal. Meski, di titik ini, kasta garis aman pasti akan menggalang aksi resistensi. Jadi, revolusi hanya bagi mereka yang tertindas di dalam kehidupannya. Dan kaum nyaman akan menolaknya. Karena mereka menduga perubahan yang akan terjadi akan merubah status kemapanannya. Padahal, phobia itu bisa jadi keliru, justru selama ia hidup dengan bersikap jujur dan benar maka kenyamanannya akan semakin mapan. Apa yang harus direvolusikan? Insyafilah, secara geografis, wilayah Banyumas memiliki lokasi strategis di antero pulau Jawa. Jalur utama lintas tengah Jawa membelah daerah ngapak ini. Kondisi tersebut, tentu, akan sangat potensial bagi pengembangan niaga, transit kaum traveller dan sentral pendidikan. Secara etnik sosial budaya, siapa yang akan meragukan sawab awu  para turunan Galuh Purba ini. Orang Banyumas itu etnik, khas dan apa adanya!. Berbaurlah kalian dengan mereka, sepekan saja, maka kalian akan menemukan kehangatan

Diskusi Makro Ekonomi Islam

Terkait pelimpahan kelas kuliah Makro Ekonomi Islam berdasarkan Surat Permohonan Mengajar Nomor Sti.23/J.Sya/PP.00.9/336/2013 kelas 5 EI A, berikut adalah pembagian tugas presentasi untuk peserta kelas. Ketentuan: Perkuliahan diselenggarakan presentatif oleh peserta kelas, satu kelas di bagi menjadi 6 kelompok belajar selama 3 kali pertemuan. Adapun waktu dan tanggal pertemuan diatur oleh koordinator kelas; Adapun pembagian kelompok ditentukan sebagai berikut: Kelompok 1: Absensi nomor urut 25-31; Kelompok 2: Absensi nomor urut 6-10; Kelompok 3: Absensi nomor urut 1-5; Kelompok 4: Absensi nomor urut 20-25; Kelompok 5: Absensi nomor urut 11-15; Kelompok 6: Absensi nomor urut 16-20. Materi Pembahasan: Kelompok 1: Konsep Uang dalam Islam Kelompok 2: Konsep Kesejahteraan dalam Islam Kelompok 3: Problem Ekonomi dalam Perspektif Makro Islam Kelompok 4: Kebijakan Fiskal dalam Islam Kelompok 5: Kebijakan Moneter dalam Islam Kelompok 6: Keseimbangan Umum dalam Ma

Menjual Seragam dan Atribut BANSER

Seragam PDL BANSER? Sahabat pasti tidak akan menyangka akan sulitnya mencari kain bermotif loreng untuk BANSER. Tapi tanpa motif loreng, personil BANSER akan pudar gagahnya, seperti macan tanpa taringnya. Perubahan PO juga menjadi sebab anggota di daerah-daerah kebingungan tentang standar PDL BANSER. Namun hal ini tidak akan menyurutkanku untuk mengadakannya.

Wahhabisme Mengancam Dunia Islam

" Hati-hati kerasukan faham wahabi..! " demikian pesan para Ulama. Wahabi( sme ) itu faham, bukan nama organisasi atau lembaga. Jadi jangan mimpi dirimu akan menemukan kantor kesektariatannya di dunia ini. Faham dicetuskan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab an-Nadjy ini apabila dinilai dalam sudut pandang ilmiah akan banyak ditemukan kejanggalan, dan bahkan penyimpangan. Dalam prakteknya, penyimpangan pemikiran yang dikembangkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdy terutama di dalam fan aqidah atau pemahaman tauhid. Gagasan terselubung yang dihembuskan oleh muasis wahhabisme ini adalah konsep purifikasi aqidah, atau pemurnian keyakinan. Berkedok slogan " Kembali kepada Al-Qur'an dan Hadits " dan dengan dibantu secara politik oleh Kerajaan Inggris Raya, wahhabisme ini kemudian merebak di antero tanah jajahan Ratu Elizabeth. Termasuk didalamnya adalah tanah hijjaz yang sebelumnya dikuasai oleh Dinasti Ottoman. Dalam hal ini Kerajaan Inggris Raya memiliki dua kehen