Peradaban yang tampak di permukaan, pada hakikatnya, adalah puncak dari sebuah piramida realitas kemasyarakatan. Ia ditopang oleh fondasi yang sering kali tidak terlihat, berakar jauh di bawah tanah, senyap, namun menanggung seluruh beban eksistensi bangunan di atasnya. Maka, jika ada sesuatu yang diam-diam sangat dibutuhkan, dimanfaatkan, dan bernilai esensial—namun eksistensinya secara historis seolah dibiarkan dalam bayang-bayang dan tersembunyi—itu adalah pesantren. Pernyataan ini bukanlah sebuah narasi play victim atau apologi institusional, melainkan sebuah ajakan diskursif untuk membaca realitas sosial-sejarah secara lebih waras, objektif, dan adil.
ngeGus.com
Laman Resmi Kang Aldie